<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>keuangan LSM &#187; panduan pengenalan audit</title>
	<atom:link href="http://www.keuanganlsm.com/tag/panduan-pengenalan-audit/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.keuanganlsm.com</link>
	<description>Media Referensi dan Diskusi Keuangan LSM</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 01:00:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Beberapa Istilah Audit</title>
		<link>http://www.keuanganlsm.com/article/beberapa-istilah-audit/</link>
		<comments>http://www.keuanganlsm.com/article/beberapa-istilah-audit/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Apr 2011 00:00:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aswin Wahab</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Audit]]></category>
		<category><![CDATA[audit]]></category>
		<category><![CDATA[bukti audit]]></category>
		<category><![CDATA[panduan pengenalan audit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.keuanganlsm.com/?p=6347</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa istilah audit yang penting perlu diketahui yang biasa dipergunakan oleh auditor yaitu: 1. Analyze Artinya memecahkan suatu masalah kedalam beberapa bagian atau elemen dan memisahkan bagian tersebut untuk dihubungkan... <a class="meta-more" href="http://www.keuanganlsm.com/article/beberapa-istilah-audit/">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa istilah audit yang penting perlu diketahui yang biasa dipergunakan oleh auditor yaitu:</p>
<p><strong><em>1. </em></strong><strong><em>Analyze </em></strong></p>
<p>Artinya memecahkan suatu masalah kedalam beberapa bagian atau elemen dan memisahkan bagian tersebut untuk dihubungkan dengan keseluruhan atau dibandingkan dengan yang lain. Analisa suatu perkiraan berarti memisahkan transaksi yang dibukukan kedalam golongan tertentu secara sistematis berikut penjelasannya.</p>
<p><strong><em>2. </em></strong><strong><em>Check </em></strong></p>
<p>Memeriksa atau mengawasi untuk mengetahui ada/tidaknya ketelitian. Check juga berarti pemberian tanda atas sesuatu setelah diverifikasi. Check dipakai juga dalam hal membandingkan data yang satu dengan yang lain yang seharusnya sama.</p>
<p><strong><em>3. </em></strong><strong><em>Compare </em></strong></p>
<p>Membandingkan apakah terdapat persamaan atau perbedaan mengenai serangkaian data tertentu, sub total atau total misalnya faktur-faktur dengan buku penjualan, penjualan 2001 dengan 2000, harga pokok 2001 dengan harga pokok 2000, laporan keuangan 2001 deengan 2000 dan lain-lain.</p>
<p><strong><em>4. </em></strong><strong><em>Confirm</em></strong></p>
<p>Memperoleh bukti tambahan yang berasal dari luar perusahaan atau pembukuan misalnya R/K dari Bank, surat konfirmasi utang piutang, surat pernyataan dan lain-lain.</p>
<p><strong><em>5. </em></strong><strong><em>Examine</em></strong></p>
<p>Menyelidiki, menginspeksi atau menguji tepat tidaknya suatu metode dan sesuai tidaknya dengan standard yang berlaku.</p>
<p><strong><em>6. </em></strong><strong><em>Foot</em></strong></p>
<p>Memverifikasi ketelitian sub total dan total secara vertikal (tegak lurus).</p>
<p><strong><em>7. </em></strong><strong><em>Cross Foot</em></strong></p>
<p>Memverifikasi ketelitian sub total dan total secara horizontal (mendatar).</p>
<p><strong><em>8. </em></strong><strong><em>Inspect</em></strong></p>
<p>Membahas/menyelidiki secara kritis (melihat dengan teliti scan = scrutinize), tanpa verifikasi lengkap. Verifikasi lebih sempurna dari pada inspeksi.</p>
<p><strong><em>9. </em></strong><strong><em>Reconcile</em></strong></p>
<p>Menyesuaikan dua hal yang terpisah sama sekali misalnya saldo Buku Bank dengan saldo R/K Bank.</p>
<p><strong><em>10. </em></strong><strong><em>Testing</em></strong></p>
<p>Verifikasi suatu bagian transksi pembukuan. Bila hasil pengujian memuaskan, data lainnya yang tidak diperiksa dapat dipercaya.</p>
<p><strong><em>11. </em></strong><strong><em>Trace </em></strong></p>
<p>Menentukan apakah suatu data cukuo jelas penyelesaiannya dan sesuai dengan prosedur, didukung oleh bukti-bukti serta telah mendapat persetujuan yang berwenang.</p>
<p><strong><em>12. </em></strong><strong><em>Verify </em></strong></p>
<p>Membuktikan adanya kebenaran dan ketelitian, misalnya ketelitian penjumlahan, perkalian, pembukuan, adanya aktiva dan pemilikan atas aktiva, perhitungan depresiasi dan lain-lain.</p>
<p><strong><em>13. </em></strong><strong><em>Vouch</em></strong></p>
<p>Menjawab atau menjamin – memeriksa bukti-bukti yang mendukung ketelitian suatu transaksi. Proses ini meyakinkan adanya otorisasi, pemilikan, eksistensinya dan ketelitiannya.</p>
<p><strong><em>14. </em></strong><strong><em>Voucher</em></strong></p>
<p>Seluruh dokumen yang mendukung suatu transaksi. Misal bukti voucher cheque yang telah dibayar, faktur yang diterima, bukti surat permintaan barang, order pembelian, berita acara penerimaan barang, otorisasi penerimaan pegawai baru, dan lain-lain. Voucher sering dianggap sebagai otorisasi atas pengeluaran uang, sebenarnya lebih luas dari pada itu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.keuanganlsm.com/article/beberapa-istilah-audit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Saja Kemungkinan Opini untuk Audit Tahun Pertama?</title>
		<link>http://www.keuanganlsm.com/article/apa-saja-kemungkinan-opini-untuk-audit-tahun-pertama/</link>
		<comments>http://www.keuanganlsm.com/article/apa-saja-kemungkinan-opini-untuk-audit-tahun-pertama/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Mar 2011 00:00:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin KeuLSM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Audit]]></category>
		<category><![CDATA[audit]]></category>
		<category><![CDATA[audit keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[panduan pengenalan audit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.keuanganlsm.com/?p=5042</guid>
		<description><![CDATA[Standar pekerjaan lapangan ketiga berbunyi sebagai berikut: ”Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi, pengamatan, permintaan keterangan, dan konfirmasi sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan... <a class="meta-more" href="http://www.keuanganlsm.com/article/apa-saja-kemungkinan-opini-untuk-audit-tahun-pertama/">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Standar pekerjaan lapangan ketiga berbunyi sebagai berikut: ”<em>Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi, pengamatan, permintaan keterangan, dan konfirmasi sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan auditan.”</em></p>
<p>Laporan keuangan tidak hanya menyajikan posisi keuangan dan hasil usaha tahun berjalan, <span id="more-5042"></span>namun juga mencerminkan dampak:</p>
<ul>
<li>Transaksi yang dimasukkan dalam saldo yang dibawa ke tahun berikutnya dari tahun-tahun sebelumnya.</li>
<li>Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam tahun-tahun sebelumnya.</li>
</ul>
<p>Kedua hal tersebut di atas disebut dengan <strong>saldo awal</strong>. Dalam suatu perikatan audit tahun pertama, sebelumnya auditor tidak memperoleh bukti audit yang mendukung saldo awal tersebut.</p>
<p><strong>Prosedur Audit terhadap Saldo Awal</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Auditor harus memperoleh bukti audit kompeten yang cukup untuk menyakini bahwa:</p>
<ol>
<li>Saldo awal tidak mengandung salah saji yang mempunyai dampak material terhadap laporan keuangan tahun berjalan.</li>
<li>Saldo penutup tahun sebelumnya telah dibawa dengan benar ke tahun berjalan atau telah dinyatakan kembali, jika semestinya dilakukan.</li>
<li>Kebijakan akuntansi yang semestinya telah diterapkan secara konsisten.</li>
</ol>
<p>Sifat dan luas bukti audit yang harus diperoleh auditor berkenaan dengan saldo awal tergantung pada:</p>
<ol>
<li>Kebijakan akuntansi yang dipakai oleh entitas yang bersangkutan.</li>
<li>Apakah laporan keuangan entitas tahun sebelumnya telah diaudit, dan jika demikian, apakah pendapat auditor atas laporan keuangan tersebut berupa pendapat selain pendapat wajar tanpa pengecualian.</li>
<li>Sifat akun dan risiko salah saji dalam laporan keuangan tahun berjalan.</li>
</ol>
<p>Auditor harus menentukan bahwa saldo awal mencerminkan penerapan kebijakan akuntansi yang semestinya dan bahwa kebijakan tersebut diterapkan secara konsisten dalam laporan keuangan tahun berjalan. Bila terdapat perubahan dalam kebijakan akuntansi atau penerapannya, auditor harus memperoleh kepastian bahwa perubahan tersebut memang semestinya dilakukan dan dipertanggung jawabkan serta diungkapkan.</p>
<p>Jika laporan keuangan tahun sebelumnya tidak diaudit atau jika auditor tidak dapat memperoleh keyakinan dengan me-<em>review </em>kertas kerja auditor pendahulu, ia harus memperoleh bukti audit kompeten yang cukup untuk mendukung asersi yang terkandung dalam saldo awal, sepanjang saldo-saldo tersebut berdampak terhadap laporan keuangan tahun berjalan. Dalam hal ini, auditor harus melaksanakan prosedur lain seperti berikut:</p>
<p>Untuk aktiva dan kewajiban lancar, beberapa bukti audit biasanya diperoleh sebagai bagian prosedur audit tahun berjalan. Sebagai contoh, penerimaan kas dari saldo piutang awal tahun atau pembayaran saldo utang awal tahun dalam tahun berjalan akan memberikan bukti audit mengenai eksistensi, hak dan kewajiban, kelengkapan dan penilaian yang terkandung dalam saldo awal akun-akun tersebut. Namun, dalam masalah sediaan, adalah lebih sulit bagi auditor untuk memperoleh keyakinan mengenai sediaan yang ada di tangan pada awal tahun. Oleh karena itu, prosedur tambahan biasanya diperlukan seperti misalnya dengan pengamatan atas penghitungan fisik sediaan yang dilakukan kini dan rekonsiliasi atas hasilnya kembali ke kuantitas sediaan pada awal tahun, pengujian penilaian pos sediaan awal dan penerapan pengujian laba bruto serta pengujian pisah batas. Kombinasi berbagai prosedur tersebut dapat memberikan bukti audit kompeten yang cukup</p>
<p>Untuk aktiva dan kewajiban tidak lancar, seperti aktiva tetap, investasi, dan utang jangka panjang, auditor biasanya melakukan pemeriksaan terhadap catatan yang mendukung saldo awal. Dalam hal tertentu, auditor dapat memperoleh konfirmasi saldo awal dari pihak ketiga; sebagai contoh, untuk utang jangka panjang dan investasi. Dalam hal lainnya, auditor mungkin perlu untuk melakukan berbagai prosedur audit tambahan.</p>
<p><em>Jika, setelah melakukan prosedur pemeriksaan yang dijelaskan di atas, auditor tidak dapat memperoleh bukti audit kompeten yang cukup berkenaan dengan saldo awal, ia harus memberikan pendapat wajar dengan pengecualian atau penyatakan tidak memberikan pendapat, karena adanya batasan atas lingkup auditnya. </em></p>
<p>Untuk kelengkapan naskah PSA No. 56 : Perikatan Audit Tahun Pertama – Saldo Awal dapat diunduh pada halaman Download kategori <a href="http://www.keuanganlsm.com/download/audit/">Audit</a>.</p>
<p><em>Sumber: PSA No. 56</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.keuanganlsm.com/article/apa-saja-kemungkinan-opini-untuk-audit-tahun-pertama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Fungsi Kertas Kerja Audit?</title>
		<link>http://www.keuanganlsm.com/article/apa-fungsi-kertas-kerja-audit/</link>
		<comments>http://www.keuanganlsm.com/article/apa-fungsi-kertas-kerja-audit/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Mar 2011 23:40:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aswin Wahab</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Audit]]></category>
		<category><![CDATA[audit]]></category>
		<category><![CDATA[bukti audit]]></category>
		<category><![CDATA[panduan pengenalan audit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.keuanganlsm.com/?p=5032</guid>
		<description><![CDATA[Kertas Kerja Audit merupakan dokumentasi yang disusun oleh auditor dalam sebuah proses audit yang terdiri dari: Prosedur audit yang dilakukan Pengujian yang dilakukan Sumber informasi dan bukti audit yang diperoleh... <a class="meta-more" href="http://www.keuanganlsm.com/article/apa-fungsi-kertas-kerja-audit/">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kertas Kerja Audit merupakan dokumentasi yang disusun oleh auditor dalam sebuah proses audit yang terdiri dari:</p>
<ol>
<li>Prosedur audit      yang dilakukan</li>
<li>Pengujian yang      dilakukan</li>
<li>Sumber informasi      dan bukti      audit yang diperoleh</li>
<li>Kesimpulan yang      diambil atas proses audit      yang dilakukan</li>
</ol>
<p>Kertas Kerja Audit (KKA) dapat meliputi skedul (daftar), analisa, memorandum, surat konfirmasi, surat pernyataan, salinan<em> </em>atas dokumen dan perjanjian penting, komentar yang dibuat atau diperoleh auditor, rekap, dan laporan yang disiapkan oleh klien dan diperiksa oleh auditor. Dalam KKA auditor mengungkapkan dokumen-dokumen sumber yang diperiksa, bukti bukti audit yang diperoleh, dan prosedur-prosedur audit yang dilaksanakan, serta opini auditor untuk masing-masing akun yang diaudit.</p>
<p>KKA berfungsi sebagai alat untuk membantu auditor dalam melaksanakan pekerjaannya. Melalui penyusunan KKA, auditor dapat mendokumentasikan proses dan hasil audit. Dokumentasi ini akan digunakan sebagai pendukung opini yang diberikan oleh auditor. Auditor akan mengumpulkan data keuangan dari berbagai sumber, kemudian menganalisis dan meringkas data keuangan tersebut dalam KKA, dan berdasarkan data tersebut auditor membuat laporan audit sesuai dengan jenis penugasannya.</p>
<p>Berikut adalah beberapa fungsi KKA:</p>
<p><strong>1. </strong><strong>KKA sebagai </strong><strong>dasar </strong><strong>pemberian opini audit atas laporan keuangan</strong><strong>.</strong> Standar pekerjaan lapangan mengharuskan auditor untuk memperoleh bukti audit kompeten yang cukup untuk mendukung opininya atas laporan keuangan (SPAP SA Seksi 326). Dalam hal ini, KAA berfungsi sebagai: pendukung dalam pemberian opini audit, dan sebagai bukti auditor telah melaksanakan audit secara memadai sesuai SPAP.</p>
<p><strong>2. </strong><strong>KKA sebagai dasar bagi auditor untuk mengambil kesimpulan dan menunjukan kompetensi hasil audit yang dilakukannya</strong><strong>.</strong> Jika pekerjaan atau pertimbangan auditor dipertanyakan oleh pihak tertentu di kemudian hari, maka auditor tidak dapat mendukung kesimpulannya atau memberikan apa alasan yang melandasi kesimpulan tersebut tanpa didukung dengan KKA.</p>
<p><strong>3. </strong><strong>KKA sebagai dasar </strong><strong>supervisi dan </strong><strong>evaluasi pekerjaan yang dilakukan </strong><strong>anggota tim. </strong>KKA berfungsi sebagai dasar untuk menilai kualitas pekerjaan yang dilaksanakan dan kompetensi anggota tim audit. Dengan adanya KKA, supervisor dapat mengetahui penalaran, logika dan seberapa kuat anggota tim audit dalam melaksanakan pemeriksaan atas akun-akun laporan keuangan.</p>
<p><em> </em></p>
<p><strong>4. </strong><strong>KKA sebagai panduan dalam melaksanakan audit tahun-tahun berikutnya</strong><strong>.</strong> Auditor dapat menggunakan KAA sebagai acuan dalam melaksanakan penugasan berikutnya, seperti: pemahaman bisnis klien, catatan dan kebijakan akutansi klien, masalah masalah audit tahun sebelumnya; saran perbaikan yang diberikan kepada klien dan hal-hal lainnya yang yang harus diperhatikan auditor dalam menyiapkan program audit dan dalam merencanakan pelaksanaan prosedur audit untuk audit tahun berikutnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.keuanganlsm.com/article/apa-fungsi-kertas-kerja-audit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kecukupan dan Kompetensi Bukti Audit</title>
		<link>http://www.keuanganlsm.com/article/kecukupan-dan-kompetensi-bukti-audit/</link>
		<comments>http://www.keuanganlsm.com/article/kecukupan-dan-kompetensi-bukti-audit/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Feb 2011 23:20:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aswin Wahab</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Audit]]></category>
		<category><![CDATA[audit]]></category>
		<category><![CDATA[audit keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[bukti audit]]></category>
		<category><![CDATA[panduan pengenalan audit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.keuanganlsm.com/?p=4547</guid>
		<description><![CDATA[Kecukupan bukti audit lebih berkaitan dengan kuantitas bukti audit. Faktor-faktor yang mempengaruhi kecukupan bukti audit adalah: 1. Materialitas. Auditor harus memberikan pendapat pendahuluan atas tingkat materialitas laporan keuangan. Karena tingkat... <a class="meta-more" href="http://www.keuanganlsm.com/article/kecukupan-dan-kompetensi-bukti-audit/">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kecukupan bukti audit lebih berkaitan dengan kuantitas bukti audit. Faktor-faktor yang mempengaruhi kecukupan bukti audit adalah:</p>
<p><strong>1. </strong><strong>Materialitas</strong><strong>. </strong>Auditor harus memberikan pendapat pendahuluan atas tingkat materialitas laporan keuangan. Karena tingkat materialitas dan kuantitas bukti audit memiliki hubungan terbalik, maka semakin rendah tingkat materialitas, semakin banyak kuantitas bukti yang diperlukan. Sebaliknya, jika tingkat materialitas tinggi, maka kuantitas bukti yang diperlukan pun akan semakin sedikit.</p>
<p><strong>2. </strong><strong>Risiko Audit</strong><strong>. </strong>Risiko audit dengan jumlah bukti audit yang diperlukan memilki hubungan yang terbalik. Rendahnya resiko audit berarti tingkat kepastian yang diyakini auditor mengenai ketepatan pendapatnya adalah tinggi. Tingginya tingkat kepastian tersebut menuntut auditor untuk menghimpun bukti audit yang lebih banyak.</p>
<p><strong>3. </strong><strong>Faktor-faktor Ekonomi</strong><strong>. </strong>Pelaksanaan audit menghadapi kendala waktu dan biaya ketika menghimpun bukti audit. Auditor memiliki keterbatasan sumber daya yang akan digunakan untuk memperoleh bukti yang diperlukan sebagai acuan dalam memberikan pendapat atas laporan keuangan entitas. Auditor harus memperhitungkan apabila setiap tambahan waktu dan biaya untuk mengumpulkan bukti audit memberikan manfaat terhadap kuantitas dan kualitas bukti yang dikumpulkan.</p>
<p><strong>4. </strong><strong>Ukuran dan Karakteristik Populasi</strong><strong>. </strong>Ukuran populasi dan jumlah sampling bukti audit memiliki hubungan yang searah. Semakin besar populasi, semakin besar jumlah sampel bukti audit yang harus diambil dari populasi. Sebaiknya, semakin kecil ukuran populasi, semakin kecil pula jumlah sampel bukti audit yang diambil dari populasi. Karakteristik populasi berkaitan dengan homogenitas atau variabilitas unsur individu yang menjadi anggota populasi. Auditor memerlukan lebih banyak sampel bukti audit dan informasi yang lebih kuat atau mendukung tentang populasi yang bervariasi anggotanya daripada populasi yang seragam.</p>
<p>Kompetensi atau reliabilitas bahan bukti yang berupa catatan akuntansi berkaitan erat dengan efektivitas pengendalian internal entitas. Semakin efektif pengendalian internal entitas, semakin kompeten catatan akuntansi yang dihasilkan. Kompetensi bukti audit yang berupa informasi penguat tergantung pada faktor berikut:</p>
<p><strong>1. </strong><strong>Relevansi Bukti</strong><strong>. </strong>Bukti audit yang relevan adalah yang sesuai atau tepat jika digunakan untuk suatu maksud tertentu. Bukti yang relevan lebih kompeten daripada bukti yang tidak relevan.</p>
<p><strong>2. </strong><strong>Sumber Informasi Bukti</strong><strong>. </strong>Sumber informasi sangat berpengaruh terhadap kompetensi bukti audit. Bukti yang diperoleh auditor secara langsung dari pihak luar entitas yang independen merupakan bukti yang paling tepat dipercaya. Bukti semacam ini memberikan tingkat keyakinan atas keandalan yang lebih besar daripada bukti yang diperoleh dari internal entitas.</p>
<p><strong>3. </strong><strong>Ketepatan Waktu</strong><strong>. </strong>Kriteria ketepatan waktu berhubungan dengan tanggal pemakaian bukti audit. Ketepatan waktu sangat penting, terutama dalam melakukan verifikasi atas aktiva lancar, utang lancar, dan akun surplus-defisit terkait karena berkaitan dengan apakah <em>cut off </em>atau pisah batas telah dilakukan secara tepat. Bukti yang diperoleh mendekati tanggal neraca lebih kompeten dibanding bukti yang diperoleh jauh dari tanggal neraca.</p>
<p><strong>4. </strong><strong>Objektivitas</strong><strong>. </strong>Bukti audit yang bersifat objektif lebih dapat dipercaya atau reliabel dan kompeten daripada bukti audit yang bersifat subjektif.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.keuanganlsm.com/article/kecukupan-dan-kompetensi-bukti-audit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Surat Representasi Manajemen itu?</title>
		<link>http://www.keuanganlsm.com/article/apakah-surat-representasi-manajemen-itu/</link>
		<comments>http://www.keuanganlsm.com/article/apakah-surat-representasi-manajemen-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Feb 2011 00:00:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aswin Wahab</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Audit]]></category>
		<category><![CDATA[audit]]></category>
		<category><![CDATA[audit keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[panduan pengenalan audit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.keuanganlsm.com/?p=4539</guid>
		<description><![CDATA[Auditor disyaratkan untuk memperoleh representasi tertulis dari manajemen sebagai bagian dari audit yang dilaksanakan sesuai dengan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Apakah surat representasi manajemen itu ? Representasi... <a class="meta-more" href="http://www.keuanganlsm.com/article/apakah-surat-representasi-manajemen-itu/">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Auditor disyaratkan untuk memperoleh representasi tertulis dari manajemen sebagai bagian dari audit yang dilaksanakan sesuai dengan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia.</p>
<p>Apakah surat representasi manajemen itu ?</p>
<p>Representasi tertulis dari manajemen harus diperoleh untuk semua laporan keuangan dan periode yang dicakup oleh laporan audit. Sebagai contoh, jika laporan keuangan komparatif dilaporkan, representasi tertulis yang diperoleh pada penyelesaian audit yang terkini harus mencakup semua periode yang dilaporkan. Representasi tertulis tertentu yang diperoleh auditor akan tergantung pada keadaan perikatan dan sifat dan basis penyajian laporan keuangan.</p>
<p><a href="http://www.keuanganlsm.com/download/standar-dan-peraturan/">Unduh PSA No 17 tentang Representasi Manajemen</a>. <em>Termasuk didalamnya contoh umum format standar Surat Respresentasi Manajemen.</em></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Contoh Surat Representasi Manajemen bagi organisasi nirlaba :</span></strong></p>
<p><em>Jakarta, 20 Mei 2009</em></p>
<p><em>Kepada Yth.</em></p>
<p><em>KAP XYZ</em></p>
<p><em>Kami memberikan surat representasi ini sehubungan audit Saudara atas Fund Accountability Statement ABC terkait dengan MoU tahun buku 2008 dengan lembaga donor 123 yang ditujukan untuk menyatakan pendapat apakah laporan keuangan tersebut di atas telah menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material atas laporan penggunaan dana Yayasan ABC sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Kami menegaskan bahwa kami bertanggung jawab atas penyajian wajar laporan penggunaan dana dalam Fund Accountability Statement sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.</em></p>
<p><em>Representasi tertentu dalam surat ini dijelaskan terbatas pada hal-hal yang material. Sesuatu dipandang material, tanpa melihat besarnya, jika sesuatu tersebut menyangkut penghilangan atau salah saji informasi akuntansi yang dengan mempertimbangkan keadaan yang melingkupinya, menjadikan pertimbangan orang yang berpikiran wajar yang meletakkan kepercayaan pada informasi tersebut akan berubah atau terpengaruh oleh penghilangan atau salah saji tersebut.</em></p>
<p><em>Kami menegaskan, berdasarkan keyakinan dan pengetahuan terbaik kami, representasi berikut ini telah kami buat kepada Saudara selama audit Saudara:</em></p>
<p><em>1.      Laporan keuangan yang disebut di atas disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.</em></p>
<p><em>2.      Kami telah menyediakan kepada Saudara semua catatan akuntansi dan data lain yang berkaitan.</em></p>
<p><em>3.      Tidak terdapat komunikasi dari Badan Pembina dan Badan Pengawas mengenai ketidakpatuhan atau kelemahan dalam praktik pelaporan keuangan.</em></p>
<p><em>4.      Tidak terdapat transaksi material yang tidak secara semestinya dicatat dalam catatan akuntansi yang melandasi laporan keuangan.</em></p>
<p><em>5.      Tidak ada:</em></p>
<ul>
<li><em>Kecurangan yang melibatkan manajemen atau karyawan yang memiliki peran penting dalam pengendalian internal,</em></li>
<li><em>Kecurangan yang melibatkan karyawan lain yang dapat berdampak material terhadap laporan keuangan.</em></li>
</ul>
<p><em>6.      Yayasan tidak memiliki rencana atau maksud yang dapat berdampak material terhadap nilai berjalan atau klasifikasi aktiva dan utang.</em></p>
<p><em>7.      Tidak terdapat:</em></p>
<ul>
<li><em>Kemungkinan unsur tindakan pelanggaran atau unsur tindakan pelanggaran terhadap hukum dan peraturan yang berdampak yang harus dipertimbangkan untuk diungkapkan dalam laporan keuangan.</em></li>
<li><em>Kewajiban lain yang material yang diharuskan untuk dicatat atau diungkapkan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.</em></li>
</ul>
<p><em>8.   Yayasan telah memenuhi semua aspek perjanjian kontrak yang akan mempunyai dampak material terhadap laporan keuangan jika kami tidak mematuhi perjanjian tersebut.</em></p>
<p><em>9.   Penunjukkan hanya satu auditor untuk tahun buku yang bersangkutan.</em></p>
<p><em>Direktur Eksekutif</em><br />
<em>Yayasan ABC</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.keuanganlsm.com/article/apakah-surat-representasi-manajemen-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kualitas Pribadi seorang Auditor Internal</title>
		<link>http://www.keuanganlsm.com/article/kualitas-pribadi-seorang-auditor-internal/</link>
		<comments>http://www.keuanganlsm.com/article/kualitas-pribadi-seorang-auditor-internal/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Feb 2011 00:00:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aswin Wahab</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Audit]]></category>
		<category><![CDATA[audit]]></category>
		<category><![CDATA[panduan pengenalan audit]]></category>
		<category><![CDATA[SPI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.keuanganlsm.com/?p=4228</guid>
		<description><![CDATA[Auditor internal yang kompeten paling tidak harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut: Sifat Ingin Mengetahui Tertarik pada semua jenis operasi secara utuh. Menanyakan pertanyaan seperti: “Apa yang sebenarnya divisi itu sedang... <a class="meta-more" href="http://www.keuanganlsm.com/article/kualitas-pribadi-seorang-auditor-internal/">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Auditor internal yang kompeten paling tidak harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut:</p>
<p><strong>Sifat Ingin Mengetahui</strong></p>
<p>Tertarik pada semua jenis operasi secara utuh. Menanyakan pertanyaan seperti: “Apa yang sebenarnya divisi itu sedang lakukan? Kegiatan tersebut bertujuan apa ? Bagaimana kaitan kerja divisi tersebut dengan kerja unit-unit lain ? Apakah ada cara yang lebih baik dan lebih cepat ?</p>
<p><span id="more-4228"></span>Auditor harus peka terhadap persoalan yang sedang terjadi dalam organisasi di semua tingkatan. Auditor harus berusaha agar seluruh pihak mau terbuka tentang segala hal yang terkait dengan ruang lingkup auditnya.</p>
<p><strong>Ketekunan</strong><strong> dan Keteguhan Hati</strong></p>
<p>Melakukan investigasi sampai tuntas, hingga seluruh kedalaman situasi dan permasalahan secara penuh dimengerti. Auditor harus mencoba terus, jika perlu, auditor dapat memodifikasi program dan langkah-langkahnya untuk mencapai tujuannya. Auditor harus melakukan pengujian, pemeriksaan, analisa dan lainnya, sampai auditor memiliki keyakinan yang memadai atas keterangan yang diperolehnya.</p>
<p><strong>Pendekatan Yang Membangun </strong></p>
<p>Melihat masalah-masalah yang tampaknya salah sebagai kunci awal untuk membuka rahasia atau tanda (konteks : mencari <em>clues</em><em>,</em> bukan identifikasi tindakan kriminal/<em>crimes</em>).</p>
<p>Auditor harus memandang suatu temuan sebagai sesuatu yang harus diselesaikan atau disempurnakan bukan sebagai suatu kejahatan. Auditor harus ikut memikirkan agar temuan tersebut nantinya dapat dihindarkan. Suatu temuan dianggap sebagai pedoman untuk perbaikan di masa yang akan datang.</p>
<p><strong>Naluri dan Pemahaman </strong><strong>Kewirausahaan </strong><strong> </strong></p>
<p>Menelaah setiap hal dari pandangan yang luas dan meninjau akibatnya pada operasi organisasi secara utuh.</p>
<p>Auditor menelaah semua pengaruh yang terjadi terhadap efisiensi dan efektifitas kegiatan organisasi. Dalam menetapkan penilaian terhadap suatu bidang tertentu, auditor harus selalu mengingat pola hubungan dari masing-masing kegiatan satu sama lain dan terhadap kegiatan organisasi secara keseluruhan. Dalam proses analisa, selalu digunakan perspektif secara luas, bukan secara sempit.</p>
<p><strong>Kerjasama </strong></p>
<p>Memandang auditan<em> </em>sebagai mitra. Tujuannya bukan untuk mencari kesalahan semata, akan tetapi untuk memperbaiki operasi organisasi.</p>
<p>Tujuan auditor adalah membantu pihak organisasi. Titik perhatian seorang auditor adalah peningkatan kinerja organisasi daripada sekedar pemberian jasa audit belaka.</p>
<p><strong>Daya Imajinasi</strong></p>
<p>Imajinasi adalah perpaduan pemikiran ide-ide baru dari bagian-bagian pengamatan yang dialami secara terpisah. Dengan ide-ide tersebut, pertanyaan atau usul yang tidak formal/tidak mengikat dapat diajukan dan disajikan lebih lanjut.</p>
<p>Auditor harus menghilangkan apa yang selalu disebut sebagai ‘prinsip’ dan ‘standar’. Standar didefinisikan sebagai ‘apa yang diinginkan berlangsung secara ideal’, tetapi  jika terjadi penyimpangan dari standar, tidak serta merta merupakan tindakan kriminal. Penyimpangan yang terjadi merupakan pertanda harus dilakukan suatu pemeriksaan dan analisa oleh auditor, di mana pertimbangan auditor harus dibangun berdasarkan atas apa yang dianggap terbaik bagi kepentingan organisasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pembelajar </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Seorang auditor mempunyai tanggung jawab untuk pengembangan kapasitas diri. Hal ini dapat dicapai dengan : meneruskan studi formal, mengikuti pendidikan profesi, membaca dan mencoba mengimplementasikan petunjuk dari literasi yang ada.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.keuanganlsm.com/article/kualitas-pribadi-seorang-auditor-internal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

