Jurnal Wacana : Edisi 20, Tahun VI 2005
Penerbit : INSISTPress, 2005
Rusaknya hutan Indonesia bukan hanya menurunkan peranan hutan sebagai penopang ekonomi nasional, tetapi juga telah menurunkan fungsi hutan sebagai daya dukung kehidupan masyarakat Indonesia. Kekayaan hutan Indonesia nyatanya dewasa ini menjadi penopang kegiatan bisnis segelintir orang saja dan menjadi daya dukung dunia industri, yang seolah tidak mengenal kata cukup. Kebijakan pengelolaan kehutanan Indonesia semata merupakan cerminan kebijakan IMF dan Bank Dunia. Alih-alih berujung pada perbaikan kebijakan kehutanan dan perekonomian Indonesia, IMF dan Bank Dunia malah menyeret kondisi perhutanan Indonesia ke arah yang lebih buruk dan membawa Indonesia ke dalam kubangan hutang.
Wacana, jurnal triwulan yang muncul dengan tujuan untuk menampung berbagai gagasan alternatif. Jurnal yang didedikasikan bagi transformasi sosial sekaligus penguatan masyarakat sipil ini berkeinginan untuk mendorong lahirnya tata masyarakat yang berkeadilan sosial dan demokratis. Agar memiliki relevansi dan danpak langsung bagi transformasi masyarakat, tema dalam setiap edisi mengutamakan isu-isu aktual serta memberi ruang bagi lahirnya teori baru. Lewat Wacana, selain gagasan alternatif, masyarakat juga akan didorong untuk memiliki keberpihakan pada kaum marjinal guna terwujudnya nilai-nilai keadilan sosial. Dengan dukungan dari berbagai kalangan, Wacana hendak berdiri sebagai elemen kritis masyarakat sipil dalam menyikapi berbagai isu maupun peristiwa yang berlangsung.


