Kadang kita berpikir bagaimana memanfaatkan dana yang “nganggur” dan dapat memberikan hasil bagi kita. Pasti yang terlintas adalah investasi. Tetapi saat kita mau melakukan investasi, kita bingung investasi apa yang akan dipilih. Banyak pilihan investasi yang tersedia, deposito, saham, reksadana, obligasi atau digunakan untuk usaha. Lalu mana dari sekian banyak jenis investasi tersebut yang akan memberikan hasil maksimal?
Kita sering membaca disurat kabar ataupun melihat berita di televisi berkaitan dengan masalah investasi. Ada orang yang berhasil mendapatkan banyak keuntungan dan adapula yang rugi, ada yang sukses pada suatu waktu tetapi gagal diwaktu lainnya, adapula mereka yang sukses dalam jangka panjang. Apapun yang terjadi, semua itu tidak ada hubungannya dengan ‘keberuntungan’ karena dalam investasi tidak ada keberuntungan. Dan ingat, mereka yang sukses dalam berinvestasi tidak mendapatkannya secara kebetulan.
Rahasia terbesar keberhasilan dalam berinvestasi adalah pengetahuan tentang aturan-aturan dasar investasi dan tetap berinvestasi dengan disiplin dan konsisten, bekerja keras, dan terus belajar dengan sungguh-sungguh. Salah satu aturan dasar dalam melakukan investasi adalah menyesuaikan investasi dengan kepribadian dan kebutuhan kita. Suatu hal yang mungkin kelihatannya sangat sederhana, tapi banyak orang yang salah menerapkannya. Ini adalah suatu kunci keberhasilan investasi, dimana tidak ada orang yang dapat bertahan lama menjadi seorang investor yang sukses tanpa hal ini.
Bagaimana dengan kita, calon investor dengan pengetahuan investasi yang masih minim agar tidak salah dalam berinvestasi. Ada 5 pertanyaan dasar yang perlu kita tanyakan pada diri kita sendiri sebelum melakukan investasi:
1. Apa kebutuhan kita, pendapatan atau pertumbuhan dana ?
Ada investasi yang hanya memberikan pendapatan dan tidak ada kenaikan dana (seperti : deposito) sementara itu ada yang memberikan pertumbuhan dana yang besar dan hanya pemberikan pendapatan yang kecil (seperti : saham, properti). Biasanya kedua hal tersebut berbanding terbalik. Kebutuhan akan uang dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari menentukan pilihan investasi kita.
Contohnya, seseorang yang berusia 40 tahun dan mempunyai penghasilan yang tinggi, mungkin lebih tertarik untuk berinvestasi dalam saham yang menekankan pada pertumbuhan modal dibandingkan dengan seorang pensiunan yang mungkin lebih suka investasi dalam deposito yang memberikan pendapatan bunga setiap bulannya.
2. Berapa lama jangka waktu yang kita inginkan agar investasi tersebut memberikan hasil ?
Ada investasi yang menawarkan hasil setiap bulan (seperti : deposito) dan lainnya mungkin memerlukan jangka waktu lebih lama untuk mendapatkan hasilnya secara maksimal (seperti : kehutanan, properti). Kita harus mengetahui dengan jelas berapa jangka waktu investasi tersebut memberikan hasil..
Saat kita berinvestasi dengan jangka waktu yang salah maka hanya akan menyebabkan kerugian bagi kita, misalnya dengan menempatkan dana yang tersedia pada jenis investasi saham untuk jangka waktu yang singkat.
3. Berapa besar resiko yang berani kita tanggung ?
Setiap investasi pasti ada resikonya. Besar kecilnya resiko tergantung dari jenis investasi apa yang akan kita pilih. Kita harus mengetahui berapa besar tingkat resiko yang dapat kita hadapi, baik secara kejiwaan maupun secara keuangan . Bila keadaan keuangan kita solid, kita bisa mencoba untuk berinvestasi pada yang beresiko tinggi/hasil yang tinggi. Tetapi bila kondisi keuangan kita tidak kuat, kita harus dapat menolak godaan untuk menggandakan uang kita dengan mengambil resiko yang tinggi. Ingat pepatah dalam berinvestasi “ High Risk High Return”. Faktor yang lain adalah usia kita saat mau berinvestasi. Usia juga menentukan, seorang yang berusia 50 tahun tentu ingin suatu investasi pada resiko yang lebih rendah dari seorang berusia 25 hahun. Orang yang agresif yang berusia 25 tahun mempunyai waktu yang lebih panjang untuk pulih secara keuangan dari kesalahan berinvestasi, karenanya dia akan lebih siap mengambil resiko yang lebih tinggi.
Hal penting lainnya adalah sisi kejiwaan Anda. Bila anda mempunyai kecenderungan khawatir terhadap fluktuasi yang tinggi (dan membuat Anda tidak dapat tidur nyeyak di malam hari) Anda harus menjauhi investasi yang beresiko tinggi. Sisi kejiwaan penting dalam dua hal. Uang dan investasi seharusnya membuat Anda sejahtera, bukan membuat Anda gelisah. Kedua Anda tidak ingin emosi Anda (perasaan takut, serakah) yang menentukan keputusan investasi Anda. Suatu keputusan investasi hasus datang dari pemikiran yang jernih bukan berdasarkan emosi.
Selain itu, saat kita berinvestasi jangan menempatkan seluruh dana yang kita punyai pada satu jenis investasi. Tindakan ini jelas akan memberikan resiko yang lebih besar bagi kita. Diversifikasilah dana yang kita punyai pada beberapa jenis investasi. Karena dapat meminimalkan resiko dan kemungkinan bias memaksimalkan hasil yang akan kita peroleh.
4. Tingkat pengetahuan kita tentang investasi
Investasi membutuhkan ketrampilan. Dan ketrampilan memerlukan pengetahuan serta pengalaman. Investasi tidak selalu membutuhkan perhitungan yang rumit, secara umum hanya membutuhkan aritmatika sederhana seperti penambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian (seperti : deposito, reksa dana). Seorang investor profesional (sepeti para manajer investasi) mungkin memerlukan modul statistik yang rumit seperti dalam menghitung nilai obligasi di pasar sekunder, nilai pasar yang wajar suatu saham.
Ketrampilan lainnya yang mungkin diperlukan adalan hubungan interpersonal dan kemampuan berkomunikasi (seperti : properti). Orang yang terbaik dan paling sukses berinvestasi dalam properti adalah mereka yang punya kemampuan tinggi dalam bernegosiasi.
5. Waktu
Pilihan investasi kita mementukan berapa banyak waktu yang kita harus sediakan untuk investasi tersebut. Biasanya investasi dalam pasar modal memerlukan waktu yang cukup besar (kecuali kita membiarkan orang lain untuk mengelolanya) dibandingkan dengan menaruh uang dalam deposito.
Banyak orang harus menghitung nilai dari waktu mereka. Bila kita mempunyai penghasilan yang tinggi sedangkan kita melakukan investasi yang membutuhkan banyak waktu untuk dapat menjaga nilai investasi kita dengan baik, mungkin lebih menguntungkan bagi kita untuk menggunakan pihak lain yang dapat melakukannya dengan baik (seperti manajer investasi) sementara kita tetap bekerja (dimana kita tetap mendapatkan penghasilan kita seperti biasa).
Dari ke-5 pertanyaan dasar diatas, sudahkah kita melakukan investasi yang sesuai dengan diri kita?


