Pembahasan contoh rasio di sini menggunakan terminologi keuangan umum, logika dan metode dari contoh rasio berikut harus diadaptasi ke karakteristik nirlaba yang tidak mengenal istilah ‘profit’.
a. Rasio Laba Bersih
| Rasio Laba Bersih = | Pendapatan Kotor |
| Pendapatan Bersih |
Rasio ini mengukur keefektifan manajemen dalam menjalankan usaha. Rasio ini mencoba mengukur seberapa jauh tingkat keuntungan bersih yang diperoleh dari besarnya keuntungan kotor yang diperoleh.
b. Rasio Laba atas Penjualan
| Rasio Laba atas Penjualan = | Pendapatan Bersih |
| Penjualan |
Rasio ini juga mengukur keefektifan manajemen dalam menjalankan usaha. Rasio ini mencoba mengukur seberapa jauh tingkat keuntungan yang diperoleh dibandingkan volume penjualan yang terjadi. Tingkat laba atas penjualan yang rendah tidak terlalu buruk jika sebuah usaha memang dioperasikan dengan margin keuntungan yang rendah namun volume penjualan tinggi.
c. Rasio Laba atas Aktiva
| Rasio Laba atas Aktiva = | Laba Bersih |
| Aktiva |
Rasio ini mengukur tingkat laba yang mampu dihasilkan dibandingkan aset yang dimiliki organisasi. Tingkat laba atas aktiva yang rendah menunjukan kinerja yang buruk atau pemanfaatan aktiva yang buruk oleh manajemen.
d. Rasio Laba atas Investasi
| Rasio Laba atas Investasi = | Laba Bersih |
| Modal Pemegang Saham |
Rasio ini digunakan dari sudut pandang para pemegang saham. Rasio ini ingin mengukur seberapa jauh tingkat laba yang bisa dihasilkan dari jumlah modal yang mereka setor/investasikan.


