Perolehan Aktiva Tetap

Aktiva tetap selain dapat diperoleh dengan cara dibeli, dapat juga diperoleh melalui sewa guna usaha modal (capital lease), pertukaran dengan aktiva nonmoneter yang ada, penerbitan sekuritas, konstruksi sendiri, sumbangan, akuisisi organisasi secara keseluruhan, atau dapat juga diperoleh melalui sistem bangun-guna-serah (build, operate, and transfer).

Sewa guna usaha modal adalah suatu kontrak dimana satu pihak (penyewa) diberikan hak untuk menggunakan aktiva yang dimiliki oleh pihak lain, yaitu pihak yang menyewakan, selama suatu periode waktu tertentu dengan membayar sejumlah biaya periodik tertentu. Pada hakekatnya, sewa guna usaha modal secara ekonomis sama dengan pembelian aktiva tetap secara kredit jangka panjang. Dalam akuntansi terdapat ungkapan “subtansi mengungguli bentuk” (substance over form), yang artinya bahwa laporan keuangan seharusnya mencerminkan substansi ekonomi yang mendasarinya dan bukan pada bentuk hukumnya. Jadi, jika sebuah organisasi secara ekonomi memiliki kendali atas manfaat ekonomi masa depan dari suatu benda, maka benda tersebut dikategorikan sebagai aktiva, tanpa melihat apakah benda tersebut memiliki secara sah atau tidak. Untuk kasus sewa guna usaha modal ini, aktiva yang disewagunausahakan akan dicatat sebagai aktiva tetap dalam pembukuan organisasi penyewa (lessee) selaku pengguna aktiva, dan bukan dalam pembukuan organisasi yang secara hukum masih memiliki aktiva tersebut, dalam hal ini adalah si pemberi sewa (lessor). Aktiva pada sewa guna usaha modal dicatat sebesar nilai sekarang (present value) dari pembayaran sewa di masa depan.

Dalam beberapa kasus, organisasi dapat memperoleh sebuah aktiva baru dengan cara menukar aktiva nonmoneter yang ada. Umumnya, aktiva yang baru tersebut akan dicatat sebesar nilai pasar wajarnya atau sebesar nilai pasar wajar dari aktiva yang diserahkan, mana yang lebih  dapat ditentukan dengan mudah. Jika aktiva yang diserahkan untuk dipertukarkan adalah peralatan bekas, maka nilai pasar wajar dari aktiva yang baru umumnya lebih dapat ditentukan dengan mudah dan oleh karena itu akan digunakan untuk mencatat pertukaran.

Kadang kala, gedung dibangun oleh organisasi untuk digunakan sendiri. Ini mungkin dilakukan untuk menghemat biaya kontruksi, memanfaatkan fasilitas yang tidak dipakai, atau untuk mendapatkan kualitas bangunan yang lebih baik. Sama halnya seperti pembelian aktiva, harga perolehan aktiva tetap yang dibangun sendiri meliputi seluruh pengeluaran-pengeluaran yang terjadi sehubungan dengan pembangunan aktiva tersebut sehingga siap digunakan.

Aktiva tetap yang diperoleh melalui donasi (sumbangan) seharusnya dinilai dan dicatat sebesar nilai pasar wajarnya dengan mengkredit akun modal donasi, atau pendapatan, atau keuntungan. Pencatatan akun modal donasi dilakukan jika aktiva yang diperoleh berasal dari pemberian pemerintah. Sedangkan aktiva yang diperoleh dari pemberian instansi swasta seharusnya diakui sebagai pendapatan atau keuntungan dalam periode dimana aktiva donasi tersebut diterima.

Build, operate, and transfer (BOT) adalah suatu perjanjian kerjasama yang dilakukan dalam bentuk pendanaan aktiva tetap. Biasanya hal ini dilakukan oleh pemerintah daerah yang tidak memiliki sumber keuangan yang cukup untuk membangun infrastruktur dalam memenuhi kebutuhan masyarakatnya tetapi memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Oleh karena itu, sebagai alternatif pendanaan, mereka bekerjasama dengan pihak investor swasta yang memiliki dana besar agar dapat mengembangkan potensi yang mereka miliki dengan melakukan suatu kegiatan usaha bersama. Pada akhir kerjasama operasi, pihak investor diharuskan menyerahkan aktiva BOT kepada pemerintah daerah setempat.

Disarikan dari buku: 225 Soal-Jawaban Akuntansi Dasar, penulis: Hery, S.E., M.Si., halaman: 114 – 117.

Related Posts:

Tags: 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*