Disarikan dari Akuntansi untuk LSM dan Partai Politik, Indra Bastian, Erlangga 2007; Bab 4 Penerapan Sistem Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Biaya LSM.
Tujuan dari pelaporan keuangan LSM adalah menyediakan informasi yang berguna untuk mengambil keputusan, di samping untuk menunjukan akuntabilitas organisasi serta menjaga tingkat kepercayaan sumber dana dengan:
a. Menyediakan informasi mengenai sumber-sumber, alokasi, dan penggunaan sumber daya keuangan;
b. Menyediakan informasi mengenai bagaimana organisasi LSM mendanai aktivitasnya dan memenuhi persyaratannya;
c. Menyediakan informasi yang berguna dalam mengevaluasi kemampuan organisasi LSM dalam mendanai aktivitasnya dan memenuhi kewajiban serta komitmennya;
d. Menyediakan informasi mengenai kondisi keuangan suatu organisasi LSM dan perubahan di dalamnya; dan
e. Menyediakan informasi menyeluruh yang berguna dalam mengevaluasi kinerja organisasi LSM dari segi biaya jasa, efisiensi, dan pencapaian tujuan.
Laporan keuangan LSM juga memainkan peranan prediktif dan prospektif yang menyediakan informasi yang berguna dalam memprediksi banyaknya sumber daya yang diisyaratkan untuk operasi berkelanjutan, sumber daya yang dapat dihasilkan oleh operasi yang berkelanjutan, dan risiko ketidakpastian di masa depan. Laporan keuangan dapat juga menyediakan informasi kepada pemakainya, seperti:
a. Mengindikasikan apakah sumber daya telah ditetapkan dan digunakan sesuai dengan anggaran yang ditetapkan; dan
b. Mengindikasikan apakah sumber daya telah ditetapkan dan digunakan sesuai dengan persyaratan, termasuk batas keuangan yang ditetapkan oleh pengambil kebijakan di masing-masing LSM.
Untuk mencapai tujuannya, laporan keuangan LSM harus disusun atas dasar akrual. Dengan dasar ini, pengaruh transaksi dan peristiwa lain diakui pada saat terjadinya (dan bukan pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar) serta dicatat dalam catatan akuntansi serta dilaporkan dalam laporan keuangan periode bersangkutan.
Laporan keuangan LSM yang disusun atas dasar akrual akan memberikan informasi kepada pemakai tidak hanya transaksi masa lalu yang melibatkan penerimaan dan pembayaran kas, tetapi juga kewajiban pembayaran kas di masa depan. Oleh karena itu, dengan penggunaan dasar akrual, laporan keuangan LSM dapat menyediakan jenis transaksi masa lalu dan peristiwa lainnya yang paling berguna bagi pemakai dalam pengambilan keputusan.
Laporan keuangan LSM biasanya disusun atas dasar kelangsungan usaha organisasi LSM dan dalam melanjutkan usahanya di masa depan. Oleh karena itu, organisasi ini diasumsikan tidak bermaksud atau berkeinginan melikuidasi atau mengurangi secara material skala pelayanannya.



May 5, 2011 at 12:41 am
Apakah Yayasan yg bergerak dalam bidang pendidikan bisa memakai sistem akuntansi LSM/nirlaba ini?? adakah bentuk Laporan Keuangannya? Thanks
May 7, 2011 at 7:06 pm
Mbak Evie, walaupun Yayasan yg bergerak di bidang pendidikan bersifat mencari profit, namun secara keseluruhan bentuk Yayasan tsb tetap saja bersifat nirlaba. Artinya keuntungan Yayasan seharusnya tidak untuk dibagikan kepada para pendirinya. Yayasan merupakan bentuk badan hukum yang berdiri atas penyisihan modal dan bersifat nirlaba. Yayasan bisa melakukan usaha (yang bersifat profit) untuk menunjang upaya pencapaian tujuannya.
Artinya, ya mbak. Yayasan di bidang pendidikan adalah organisasi nirlaba. Format standar laporan keuangannya sama dengan Yayasan2 di bidang kemanusiaan dan sosial seperti LSM.
Salam.