Rasio adalah perbandingan antara satu hal dengan hal lainnya, dan berdasarkan hubungan atau korelasi antara kedua hal tersebut kita bisa menganalisa atau menilai sesuatu kondisi.
Contoh, jika Anda ingin mengetahui berapa persen laba yang Anda peroleh dari keseluruhan total nilai penjualan Anda dalam suatu periode, maka Anda dapat membagi laba suatu periode (sebagai pembilang) dengan nilai penjualan total dalam suatu periode (sebagai penyebut). Misalnya, jika total nilai penjualan Anda dalam suatu periode mencapai nilai 10 juta dan laba yang Anda dapatkan adalah 2 juta, maka persentasenya adalah:
| Rp 2.000.000 | = 20 % |
| Rp 10.000.000 |
Angka pembagi tidak harus selalu lebih besar angkanya. Sebagai contoh, misalnya perbandingan antara aset yang Anda miliki dengan nilai total penjualan yang bisa Anda hasilkan. Misalnya nilai penjualan Anda adalah 10 juta dan aktiva yang Anda miliki adalah 4 juta, maka perbandingan atas berapa penjualan yang Anda dapat dihasilkan dari nilai aset yang Anda miliki adalah 2,5 kaliatau tejadi “perputaran” sebesar 2,5 kali.
| Rp 10.000.000 | = 2,5 kali |
| Rp 4.000.00 |
Jika pembilang lebih kecil daripada penyebut, maka hasil perbandingan akan berupa persentase. Sedangkan jika pembilang lebih besar daripada penyebut, maka hasilnya akan dinyatakan dalam kali/putaran.
Beberapa contoh rasio di bawah menggunakan terminologi keuangan umum, tidak spesifik digunakan pada bidang keuangan nirlaba.
RASIO LIKUIDITAS
a. Rasio Lancar
| Rasio Lancar = | Aktiva Lancar |
| Kewajiban Lancar |
Rasio ini mengukur kemampuan organisasi dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.
Rasio Lancar yang rendah menunjukkan kurangnya aset yang bersifat lancar untuk membayar kewajiban jangka pendek. Rasio yang tinggi tidak selalu berarti bahwa perusahaan sedang dalam keadaan yang baik. Rasio yang tinggi bisa juga berarti bahwa aset lancar tidak digunakan semaksimal mungkin.
b. Rasio Perputaran Kas
| Rasio Perputaran Kas = | Penjualan |
| Modal Kerja |
Rasio ini mengukur tingkat efektifitas perputaran aset lancar dalam perolehan penjualan. Rasio ini juga bisa dgunakan bagi pengukuran kecukupan modal kerja perusahaan untuk membiayai penjualan. Modal kerja disini artinya adalah adalah aktiva lancar dikurangi dengan hutang lancar.
c. Rasio Hutang terhadap Kekayaan Bersih
| Rasio Hutang terhadap Kekayaan Bersih = | Kewajiban |
| Modal Pemegang Saham |
Rasio ini menunjukkan hubungan antara modal yang diperoleh dari kreditor dan modal milik pemegang saham. Rasio yang tinggi menunjukkan bahwa sebagian besar modal usaha diperoleh dari para kreditor.



One Response
Pingback: Tweets that mention keuangan LSM » Mengenal Rasio : Rasio Likuiditas -- Topsy.com