Masih Hijaukah Bumiku?

Di awal tahun 1960-an, buku Rachel Carson yang berjudul Silent Spring memicu debat publik yang terus berlangsung selama 30 tahun belakangan ini. Debat ini mungkin dapat dilihat sebagai tantangan paling besar yang dihadapi manusia. Dalam debat ini, peran industri dan perdagangan menjadi inti perdebatan dalam diskusi, tuntutan, dan bantahan terhadap tuntutan itu. Carson menjadikan industri, pertanian komersial, dan inovasi yang ceroboh sebagai inti argumentasinya. Insektisida kimiawi, pupuk, dan produksi panen tunggal yang terkonsentrasi adalah beberapa di antara ‘obat mujarab’ penyebab kematian yang menimbulkan kerusakan pada ‘selimut hijau dunia’; sehingga ‘sungai kematian’ mengalir di bawah udara di mana ‘tak ada lagi burung yang bernyanyi’. Kekuatan imajinasi, kemurnian prosa, dan pesannya itu sendiri membentuk agenda yang menekan dan meningkatkan tanggapan yang menentukan terhadap industri.

Banyak kekhawatiran diungkapkan oleh orang-orang yang memperhatikan dampak negatif dari degradasi lingkungan yang disebabkan oleh industri. Perhatian ini meluas jauh di atas pernyataan sederhana, “Kita harus saling berbagi planet.” Manajer produksi ingin pabriknya berlokasi di lingkungan yang sehat dan beraneka ragam karena dapat menyebabkan hasil produksinya menjadi lebih tinggi dan pekerjanya lebih sehat. Pegawai kantor secara konsisten memilih fasilitas yang senada dengan lingkungan setempat. Eksekutif pemasaran sudah tahu sejak dulu bahwa keseimbangan, kesehatan, dan kesejahteraan adalah konteks yang jauh lebih aman untuk pengembangan bisnis daripada pengembangan yang terganggu dan tidak sehat. Pegawai keuangan menemukan bahwa biaya terselubung tidak selalu dapat disembunyikan selamanya.

Gambaran yang diberikan oleh Carson tampak hidup dan jelas. Teknologi digunakan secara berlebihan, dalam bidang yang sebenarnya tidak membutuhkan teknologi itu, secara kasar dan tanpa cukup pemikiran. Bahkan, ketika ada alternatif lain, tekanan komersial memaksa petani, usahawan, dan pemerintah untuk menggunakan cairan kimia baru atau pestisida dari pada tetap bertahan untuk tidak memakainya sampai efek sampingnya diketahui.

Dampaknya, industri menerima bahwa ketentuan perhatian dan pemeliharaan yang ada di dalam sebagian besar sewa atau kontrak properti harus diterapkan pada planet ini. Ada berbagai cara untuk melaksanakan kontrak, antara lain:

  • reformasi internal dari praktik bisnis;
  • penilaian jangka panjang atas kerusakan sosial dan aktivitas ekonomi;
  • pembatasan beberapa aktivitas atau produk;
  • pembuatan polusi harus membayar program pemerintah;
  • pandangan dari pajak digunakan untuk ‘pembersihan’;
  • pertumbuhan ekonomi dan pembatasan industrialisasi disesuaikan dengan jumlah yang bisa diserap tanah, masyarakat, dan planet; dan
  • pengembangan teknologi untuk memperbaiki dampak yang berbahaya.

Banyak masalah serius menyeberangi batas pengontrolan suatu negara. Keengganan negara-negara yang berbatasan dengan Laut Utara mengurusi pembuangan sampah di sungai, pembuangan emisi ke laut, atau pembakaran sampah bahan beracun menggambarkan sukarnya kegiatan perlindungan lingkungan di salah satu daerah terkaya di dunia. Tindakan internasional mungkin merupakan satu-satunya cara mengatasi masalah di daerah-daerah perbatasan. Protokol Montreal, beragam Arahan ME, dan persetujuan di sektor khusus, seperti larangan menangkap paus yang menyediakan beberapa aturan untuk peluang dan hambatan yang dihadapi jenis aktivitas ini. Risiko pun muncul karena tuntunan yang efektif terhadap pembatasan internasional dan seruan persaingan ekonomi nasional akan memancing ketegangan baru antara negara kaya dan miskin. Jocobs memberi alasan bahwa gagasan pembatasan absolut dalam pertumbuhan mesti digantikan dengan pengakuan bahwa ‘pola mutakhir dalam pertumbuhan ekonomi dapat menyebabkan masalah lingkungan yang besar’. Generasi masa depan mempunyai hak untuk mengharapkan sumber daya lingkungan yang paling tidak sama dengan yang ada sekarang. Strategi perkembangan yang tidak menjanjikan ini adalah menggadaikan masa depan untuk hari ini dan industri harus menggalang kerja sama secara aktif dalam membangun hubungan ini, tidak hanya menjadi agen yang mengawasi dan mengatur.

Disarikan dari buku: Corporate Responsibility, penulis: Tom Cannon, halaman: 195-207.

Related Posts:

Tags: 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*