Berwiraswasta terasa sangat menyenangkan karena di samping dapat menikmati usahanya juga senang mendapatkan keuntungannya. Banyak orang tertarik untuk mencoba dan berkiprah di dalamnya daripada menjadi seorang karyawan yang tidak bisa menikmati keuntungan dari hasil keringatnya sendiri. Keuntungan dapat memberikan kepuasan bagi para pengusaha dan juga dapat meningkatkan semangat usaha. Guna mendapatkan keuntungan seperti yang diharapkan, seorang pengusaha harus dapat mengelola usahanya dengan baik seperti mencatat semua pengeluaran dan pendapatan agar bisa dihitung dan dikalkulasi berapa besar keuntungan atau kerugian yang diperolehnya.
Untuk mendapatkan hasil yang optimal dibutuhkan ketelitian, kejelian, kehati-hatian, kecekatan, keaktifan, serta kreatifitas berusaha. Pengelolaan keuangan usaha yang baik mulai dari bagaimana mendapatkan hasil usaha yang optimal dan menekan pengeluaran atau biaya usaha. Dengan demikian, sehingga diperoleh peningkatan keuntungan. Lingkaran usaha diawali dengan kegiatan pembelian sampai dengan penjualan hasil.
1. Pembelian
Kegiatan pembelian dilakukan dengan penuh hati-hati dan teliti terhadap barang yang dibeli, karena begitu kita salah membeli maka yang kita dapatkan tidak sesuai dengan harapan. Sementara produk yang dijual sangat dipengaruhi oleh barang yang dibeli. Dengan demikian dalam melakukan pembelian jangan sampai terkecoh oleh harga murah dan tampilan barang menarik saja. Trik-trik demikian biasanya memang sengaja dilakukan untuk menarik minat pembeli.
Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika melakukan pembelian adalah kualitas barang yang bagus dan harga murah atau standar. Harga beli yang murah tidak selayaknya membuat kecewa atau curiga, artinya produk yang dibeli apakah benar-benar sesuai dengan kualitas yang diharapkan. Dengan demikian perlu kecermatan dan kehati-hatian ketika melakukan pembelian.
Anggapan “pembeli adalah raja” tidak selamanya benar, karena ketika penjual yang sudah punya nama baik dalam arti kualitas produk yang dijual sudah punya nama baik di hati konsumen maka disitu tidak berlaku lagi anggapan bahwa pembeli adalah raja. Ketika melakukan pembelian jangan mudah tergiur oleh potongan harga yang diberikan penjual. Pada umumnya produk yang dijual dengan memberikan potongan sebenarnya harganya sudah dinaikkan terlebih dahulu. Diskon atau potongan harga merupakan salah satu strategi penjual untuk menarik minat pembeli. Pada prinsipnya lakukan pembelian atas dasar kebutuhan dan bukan keinginan.
2. Penjualan
Ada dalil yang cukup menggelitik di telinga yaitu “suatu usaha harus tumbuh untuk melayani masyarakat yang bersedia memberi laba”, tidak harus dengan menipu. Orang yang sukses dalam usaha adalah mereka yang memperoleh kepercayaan dari orang lain. Dalil tersebut mengandung makna yang dalam dan berarti bagi pengusaha, dimana dalam berusaha harus lebih dulu mendapat kepercayaan dari konsumen atau pelanggan yang menjadi sasaran dari usaha yang dilakukan. Hal ini akan lebih baik dan akan menjamin kelangsungan hidup usaha lebih lama.
Dalam dunia usaha banyak sekali peluang bisnis yang tersedia. Mulai dari berdagang kecil-kecilan hingga berdagang dengan modal besar. Itu semua dapat dilakukan dengan baik apabila kita dapat mengelola dengan baik pula. Artinya, untuk memulai usaha perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:
- Modal kerja
- Kemauan
- Pasar
- Konsumen
- Pemasaran
Demikian halnya dalam menentukan harga barang. Jangan terlalu mahal dan jangan terlalu murah. Jika kita mematok harga mahal, maka konsumen akan segera lari, tapi jika kita mematok harga terlalu murah maka konsumen juga akan curiga. Selain keterampilan dan insting dalam menentukan harga, di sinilah salah satu seni menjalankan usaha.
Contoh:
Berjualan salak pondoh, biasanya 1 kg harganya Rp 4.000,-, tapi karena si penjual berani menjual dengan harga Rp 2.500/kg membuat konsumen ragu untuk membeli. Benarkah yang dijual tersebut salak pondoh? Atau salak pondoh yang sudah dicampur dengan salak yang lain?
Pada prinsipnya untuk menentukan harga barang yang dijual harus memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:
- Harga pokok
- Biaya transportasi
- Biaya tenaga kerja
- Biaya lain-lain (biaya yang dikeluarkan dalam rangka proses penjualan).
- Keuntungan yang diharapkan (dengan prosentase atau dirupiahkan).
Sementara untuk meningkatkan keuntungan usaha dapat dilakukan langkah-Iangkah sebagai berikut:
- Menekan pengeluaran atau biaya serendah mungkin dengan mempertahankan tingkat harga jual dan volume penjualan yang ada.
- Menentukan harga jual sedemikian rupa sesuai dengan keuntungan diharapkan.
- Meningkatkan volume penjualan sebesar mungkin.
Ketiga langkah di atas tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lain. Masing-masing memiliki kaitan sangat erat. Besar kecilnya biaya akan menentukan harga jual sedangkan harga jual akan mempengaruhi volume produksi dan banyak sedikitnya volume produksi dipengaruhi oleh biaya yang dibutuhkan atau biaya yang tersedia untuk produksi. Begitu seterusnya tak akan putus.
Dari uraian tersebut di atas dapat disimpulkan sebagai berikut, usaha yang aman adalah usaha yang dapat berlangsung terus sedangkan usaha yang dapat berlangsung terus adalah usaha yang dapat melayani dan berguna bagi masyarakat. Jadi usaha yang baik tidak hanya berguna saja, tetapi juga harus dibutuhkan oleh banyak orang.
Disarikan dari buku: 5 Unsur Wirausaha Sukses, Penulis: Agus Rochadi, dkk, Halaman: 68-72.


