Klasifikasi Neraca

Neraca akan berguna dan memberikan gambaran yang tepat dalam laporan keuangan jika diklasifikasikan dengan tepat. Apa tujuan dari klasifikasi neraca?

Laporan keuangan akan menjadi lebih berguna bagi manajemen, kreditur, dan investor ketika akun-akun yang ada dalam laporan diklasifikasikan secara tepat ke dalam masing-masing kelompok sesuai dengan karakteristiknya. Klasifikasi secara tepat terhadap akun-akun neraca akan berguna untuk memberikan gambaran yang sesungguhnya mengenai besarnya jumlah aktiva lancar, aktiva tetap, total aktiva, jumlah utang lancar, utang jangka panjang, total kewajiban dan besarnya modal yang dimiliki perusahaan.

Lebih lanjut, melalui klasifikasi ini pula para pengguna laporan neraca akan dapat:

  1. Memprediksi kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban yang akan segera jatuh tempo lewat aktiva lancar yang dimilikinya.
  2. Memprediksi kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendek lewat aktiva yang dapat dikonversi menjadi kas tanpa mengalami kesulitan.
  3. Mempersiapkan kebutuhan dan jangka panjang untuk memenuhi kewajiban tidak lancar.
  4. Memprediksi jumlah total klaim kreditur atas aktiva perusahaan.
  5. Memprediksi jumlah total klaim pemilik dana atau investor atas aktiva perusahaan.
  6. Memperoleh gambaran mengenai besarnya komposisi aktiva tetap terhadap total aktiva.
  7. Memperoleh gambaran mengenai jumlah perbandingan tetap total kewajiban dengan total aktiva.

Klasifikasi akun neraca yang standar terbagi menjadi: aktiva lancar, aktiva tetap, utang lancar, utang jangka panjang, dan modal.

Disarikan dari buku: 225 Soal-Jawaban Akuntansi Dasar, Halaman 36-37.

Related Posts:

Tags: 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*