Disarikan dari Akuntansi untuk LSM dan Partai Politik, Indra Bastian, Erlangga 2007; Bab 4 Penerapan Sistem Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Biaya LSM.
Sebagai bahan literasi Tanya Jawab Tentang Cara Memilah Jenis Biaya. Agar keputusan pengelola lembaga terarah, harus diketahui terlebih dahulu berapa banyak biaya yang diperlukan (misalnya, produk, mesin, layanan, dan proses). Perhitungan dalam sistem pembiayaan biasanya dilakukan dalam 2 tingkatan dasar, yakni pengumpulan dan penetapan. Pengumpulan biaya (cost accumulation) adalah pengumpulan data biaya dengan dengan berbagai cara dan menggunakan sarana sistem akuntansi.
Setelah pengumpulan biaya, pengelola lembaga mementukan biaya untuk menunjukan objek biaya sebagai alat bantu pembuatan keputusan.
Sementara itu, penetapan biaya (cost assignment) merupakan sebuah istilah umum yang meliputi (1) penelusuran atau tracing pengumpulan biaya pada objek biaya dan (2) pengalokasian kumpulan biaya, di mana ada biaya objek.
Dari sudut pandang perencanaan dan pengendalian, cara yang mungkin paling berguna untuk mengklasifikasikan biaya adalah berdasarkan perilaku biaya. Perilaku biaya (cost behavior) berarti bagaimana biaya akan bereaksi atau menanggapi perubahan tingkat aktivitas lembaga.
Ketika tingkat aktivitas naik-turun, biaya tertentu dapat naik-turun juga atau dapat tetap konstan. Untuk tujuan perencanaan, pengelola lembaga harus mampu mengantisipasi kemunkinan mana yang akan terjadi, dan apabila suatu biaya dapat diharapkan berubah, maka besaran perubahannya harus diketahui. Untuk memberikan informasi ini, biaya diklasifikasikan ke dalam dua kategori, yaitu tetap dan variabel.
Biaya Tetap
Apa yang dimaksud dengan biaya tetap? Biaya tetap adalah biaya yang jumlah totalnya tidak dipengaruhi oleh perubahan kegiatan organisasi. Biaya tetap mempunyai sifat sebagai berikut:
- Jumlah totalnya tidak berubah walaupun kegiatan berubah.
- Biaya per unit semakin kecil apabila kegiatan semakin besar.
Pada dasarnya, biaya tetap merupakan biaya yang jumlah totalnya tidak berubah dalam jangka waktu tertentu, sedangkan dalam jangka panjang, jumlah totalnya dapat berubah. Selain itu, jumlah total biaya tetap juga akan sama pada tingkat kapasitas tertentu, dan apabila kegiatan yang telah ditetapkan mencukupi, maka biaya tetap akan berubah jumlahnya.
Apa saja contoh dari Biaya Tetap? Yang termasuk ke dalam biaya tetap adalah biaya gaji direktur, biaya gaji bulanan atau tahunan, dan lain-lain. Biaya tetap itu sendiri terbagi menjadi 2 (dua) bagian yaitu:
- Biaya yang tidak dipengaruhi oleh kebijakan manajemen (Committed Fixed Cost).
- Biaya yang dipengaruhi oleh kebijakan manajemen (Discretionary Fixed Cost).
Biaya yang tidak dipengaruhi oleh kebijakan manajemen (Committed Fixed Cost) adalah biaya tetap yang dikeluarkan karena keputusan yang lalu dan berhubungan dengan ramalan pengoperasian jangka panjang, atau untuk menjaga kapasitas yang dibutuhkan dalam jangka panjang; contohnya adalah biaya penyusutan aktiva tetap, pajak bumi dan bangunan, biaya asuransi, sewa, dan gaji karyawan utama.
Biaya yang dipengaruhi oleh kebijakan manajemen (Discretionary Fixed Cost) merupakan biaya yang timbul dari keputusan penyediaan anggaran secara berkala (biasanya tahunan), yang secara langsung mencerminkan kebijakan manajemen puncak mengenai jumlah maksimum biaya yang diizinlan untuk dikeluarkan. Biaya ini tidak dapat menggambarkan hubungan yang optimum antara masukkan dan keluaran (yang diukur dengan volume penjualan jasa atau produk). Contohnya adalah biaya riset dan pengembangan, biaya iklan, biaya promosi, biaya program pelatihan karyawan, dan biaya konsultan. Penegeluaran biaya ini dapat dihentikan atas kebijakan manajemen.
Biaya Variabel
Biaya variabel merupakan biaya yang jumlah totalnya dipengaruhi oleh perubahan kegiatan. Biaya variabel mempunyai sifat:
- Jumlah totalnya ikut berubah secara proporsional ketika kegiatan organisasi berubah, yang artinya: apabila kegiatan bertambah, maka biaya totalnya ikut bertambah dalam persentase yang sama dengan penambahan kegiatan, dan sebajiknya, jika kegiatan berkurang, maka jumlah biaya akan berkurang sebesar presentase turunnya kegiatan.
- Biaya per unit tidak berubah walaupun kegiatan berubah.
Apa saja contoh biaya yang termasuk ke dalam Biaya Variabel? Contoh biaya variabel pada organisasi manufaktur adalah biaya bahan baku dan biya upah tenaga kerja langsung. Sedangkan contoh biaya variabel untuk organisasi jasa adalah biaya administrasi dan biaya komisi.
Biaya Semi Variabel
Biaya semi variabel muerupan biaya yang memiliki unsur tetap dan variabel didalamnya. Unsur tetap merupakan jumlah biaya minimum untuk menyediakan jasa, sedangkan unsur variabel merupakan bagian dari biaya semi variabel yang dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan.
Biaya juga dapat diklasifikasikan menjadi biaya langsung (direct cost) dan biaya tak langsung (indirect cos).
Biaya Langsung
Biaya langsung adalah biaya yang dipengaruhi secara langsung oleh adanya program atau kegiatan yang direncanakan. Jenis biaya langsung dapat berupa biaya staf dan relawan serta biaya peralatan. Keberadaan anggaran biaya langsung merupakan konsekuensi dari program atau kegiatan yang ditetapkan.
Karakteristik biaya langsung adalah bahwa input (alokasi biaya) apa yang ditetapkan dapat diukur dan perbandingankan dengan autput yang dihasilkan. Variabilitas jumlah komponen biaya langsung sebagian besar dipengaruhi oleh target kinerja atau tingkat pencapaian program atau kegiatan yang diharapkan.
Biaya Tidak Langsung
Biaya tidak langsung adalah biaya yang tidak dipengaruhi secara langsungoleh adanya program atau kegiatan. Keberadaan anggaran biaya tidak langsung bukan merupakan konsekuensi dari ada atau tidaknya suatu program atau kegiatan. Biaya tidak langsung digukan secara periodik (umumnya bulanan) dalam rangka koordinasi penyelenggaraan kewenangan LSM yang bersifat umum.


