Bagaimana Mengoptimalkan Sebuah Proyek? (Bagian 16/24)

Mengoptimalkan keunggulan fungsional. Kebanyakan organisasi memiliki departemen fungsional, yang akan memacu perkembangan mentalitas lumbung. Orang cenderung lebih dulu memikirkan kebutuhan, ketertarikan, dan tujuan departemen individual mereka sebelum mempertimbangkan kepentingan organisasi secara keseluruhan. Sikap ini sering merusak tim, karena apa yang terbaik dalam satu departemen mungkin bukan yang terbaik untuk proyek, perusahaan, atau pelanggan.

Tantangan Anda adalah mengembalikan kerangka referensi anggota tim dan orientasi fungsional kepada orientasi proyek. Sejumlah pihak akan menentang Anda. Anggota tim sering memiliki agenda mereka sendiri walaupun tersamar. Seorang staf pemasaran biasanya melihat dunia dalam terminologi segmen pelanggan, tren pasar, dan sebagainya. Seorang ahli mesin melihat dunia dalam terminologi kepraktisan dan spesifikasi fungsional. Anda harus belajar mengenali bias ini dan menggesernya ke sikap yang lebih berfokus pada tim.

Jika dilihat definisinya, proyek bersifat sementara. Ke mana anggota tim akan pergi setelah proyek usai? Kembali pada tanggungjawab fungsional mereka. Jangan terlalu melihat fakta bahwa Anda bukan orang yang menandatangani slip gaji mereka.

Melakukan pergeseran dari pemikiran fungsional kepada pemikiran proyek akan lebih mudah jika Anda secara terus mendorong pesan bahwa perusahaan dan pelanggan adalah unsur terbaik bagi para individu dalam jangka panjang:

Ambillah sikap spesifik terhadap kriteria. Ketika orang sepakat bagaimana suatu pilihan atau keputusan akan dilakukan, lebih mudah bagi mereka untuk mengabaikan bias pribadi. Contohnya, jika semua orang sepakat bahwa “meningkatkan kepuasan pelanggan” adalah kriteria solusi terpenting, tidak ada orang yang keberatan pada solusi yang diambil walaupun solusi itu tidak ideal bila dipandang dari sudut pandang mereka.

Gunakan data untuk membuat keputusan. Kumpulkan data untuk semua keputusan besar dalam tim. Jika Anda memiliki kriteria dan data, akan menjadi sangat sulit bagi orang-orang untuk mendukung pilihan pribadi yang bukan pilihan terbaik bagi proyek atau perusahaan.

Doronglah proses pemikiran. Coba batasi isu yang dijumpai tim dalam terminologi proses. Masukan apa yang dibutuhkan? Di mana Anda dapat memperolehnya? Apa langkah-langkahnya? Hasilnya? Pelanggan? Bahkan, jika tidak terkait pada tindakan atau solusi tim, sangatlah penting untuk membangun proses pemikiran yang mendorong individu apabila Anda ingin mengatasi mentalitas fungsional.

“Sebagai seorang manajer proyek, salah satu tugas Anda adalah membentuk tim menjadi satu kesatuan yang terpadu, dan menyatukan pikiran dengan tujuan proyek yang terfokus.”

Diadaptasi dari buku: Project Management, penulis: Gary R Heerkens, bagian (16/24)

Related Posts:

Tags: 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*