Bagaimana Menghentikan Proyek yang tidak Berguna? (Bagian 7/24)

Menyelesaikan apa yang Anda mulai. Tujuan paling mendasar dari sebuah proyek adalah mencapai hasil bisnis. Itu berarti mendapatkan hasil tertentu dari investasi yang diajukan. Walaupun demikian, pada banyak organisasi, manajemen justru berpuas diri, membiarkan proyek yang telah disetujui berjalan terus tanpa adanya penilaian lebih lanjut seputar perkiraan hasil. Hasilnya, proyek yang tak lagi menguntungkan dibiarkan selesai.

Pendekatan ini membahayakan, karena ada banyak hal yang dapat berubah selama proyek berlangsung. Contohnya, mungkin tim Anda menemukan dibutuhkannya waktu atau biaya dua kali lebih banyak untuk mencapai sasaran keuntungan. Atau, solusinya mungkin hanya akan berpengaruh pada satu segmen  pelanggan. Atau, kebutuhan pelanggan mungkin bergeser. Atau, Anda menjumpai peluang yang lebih besar.

Dalam kasus mana pun, sudah tentu perusahaan Anda akan menjadi lebih baik dalam jangka panjang jika Anda mengulas kembali rencana bisnis proyek tersebut. Itu berarti penilaian ulang secara lengkap: mengevaluasi seluruh investasi (waktu, uang, karyawan, peralatan, materi, dan lain-lain) dan seluruh keuntungan (kepuuasan pelanggan, penetrasi pasar yang meningkat, pendapatan yang lebih tinggi, limbah yang berkurang, biaya operasional yang lebih rendah, dan sebagainya). Evaluasi ulang harus muncul dalam setiap tahap utama proyek: setelah eksplorasi awal, setelah pengumpulan data, setelah penetapan solusi, dan sebelum implementasi penuh.

Untuk memaksimalkan laba perusahaan Anda pada invetasi proyek:

Waspadai perubahan penting. Adalah sebuah kesalahan jika Anda berasumsi perkiraan proyek di tingkat awal akan sama sampai tingkat akhir. Situasi berubah, kadang cepat, jadi tidaklah mustahil kondisi akan berubah untuk menyesuaikan penilaian awal Anda terhadap kasus bisnis pada proyek tertentu. Evaluasi ulang ketahanan ekonomis dan setiap proyek secara berskala.

Hindari istilah “kegagalan”. Di banyak organisasi, penghentian proyek sejak dini dipandang sebagai kegagalan. Sebaliknya, penghentian proyek untuk alasan yang tepat adalah manajemen yang cerdas: memungkinkan manajemen untuk mengalihkan sumberdaya pada usaha-usaha berprioritas lebih tinggi.

Jangan biarkan inersia menang. Setiap proyek menghasilkan inersia dalam tingkatan tertentu. orang membangun rasa memiliki, lalu tim dan sponsornya berpikir, “Kita harus memperjuangkannya sampai akhir.” Rangkailah semua perasaan ini dengan investasi usaha, maka Anda akan menghadapi keadaan yang mendukung proyek berkesinambungan yang walaupun lebih disukai, namun harus dihentikan.

“Proyek adalah investasi yang dibuat perusahaan Anda, dari mana mereka mengharapkan laba… Investasi kadang memburuk. Dalam beberapa kasus, suatu proyek harus dihentikan, walaupun dalam kebanyakan kasus tidak.”

Diadaptasi dari buku: Project Management, penulis: Gary R. Heerkens, bagian (7/24)

Related Posts:

Tags: 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*