Akuntansi lingkungan dapat diterapkan oleh perusahaan besar maupun perusahaan kecil hampir di setiap skala industri dalam sektor manufaktur dan jasa. Pada lingkup skala, akuntansi lingkungan dapat diterapkan oleh perusahaan besar dan kecil di mana penerapan yang dilakukan harus secara sistematis atau didasarkan pada kebutuhan dasar perusahaan. Bentuk yang diambil harus mencerminkan tujuan-tujuan dan kebutuhan-kebutuhan dari pengguna perusahaan. Bagaimanapun juga, pada setiap aspek bisnis, dukungan tim manajemen puncak dan tim fungsional yang bersebrangan menjadi poin penting dalam mencapai keberhasilan implementasi dari akuntansi lingkungan disebabkan:
- Akuntansi lingkungan memerlukan suatu cara baru dalam memperhatikan biaya lingkungan perusahaan, kinerja dan pengambilan keputusan. Komitmen manajemen puncak mampu menetapkan nada positif dan penghitungan insentif bagi organisasi selama mengadopsi akuntansi lingkungan.
- Perusahaan mungkin ingin memasang tim fungsional untuk menerapkan akuntansi lingkungan, termasuk di dalamnya desain, ahli kimia, ahli mesin, manajer produksi, operator, staf keuangan,manajer lingkungan, personel, dan para akuntan yang tidak mempunyai pekerjaan bersama sebelumnya. Karena akuntansi lingkungan bukan hanya suatu isu akuntansi, dan informasi penting untuk dibagi kepada seluruh anggota kelompok, orang-orang butuh untuk berbicara dengan orang lainnya dalam mengembangkan pandangan umum dan bahasa serta memuat pandangan lebih nyata.
Perusahaan dengan sistem manajemen lingkungan fungsional formal perlu melembagakan akuntansi lingkungan karena akuntansi lingkungan merupakan suatu alat logis untuk mendukung keputusan sistem ini. Sama halnya dengan beberapa alat manajemen perusahaan lainnya, penggabungan pendekatan manajemen bisnis yang ada sebelumnya sangat sesuai dengan konsep akuntansi lingkungan bagi perusahaan, antara lain meliputi:
- Biaya Berdasarkan Kegiatan/Management Berdasarkan Kegiatan
- Total Manajemen Kualitas/Total Kualitas Lingkungan
- Proses Bisnis Re-Engerineering/Pengurangan Biaya
- Model Kualitas Biaya/Model Kualitas Lingkungan Biaya
- Desain untuk Lingkungan/Desain Siklus Hidup
Semua pendekatan di atas sesuai diterapkan dalam akuntansi lingkungan disebabkan karena kemampuannya untuk memperbaiki racangan serta dapat mengintegrasikan informasi lingkungan ke dalam keputusan bisnis. Perusahaan-perusahaan yang ingin mempertimbangkan secara eksplisit pengadopsian akuntansi lingkungan sebagai bagian dari sistem perusahaan dalam penggunaannya terlebih dahulu melakukan evaluasi pendekatan sistem ini. Berbeda hanya dengan perusahaan kecil yang tidak mempunyai sistem manajemen lingkungan formal, atau tidak menggunakan pendekatan-pendekatan seperti yang dijelaskan di atas, akan tetapi perusahaan kecil juga dapat menerapkan akuntansi lingkungan dengan sukses. Kunci utamanya terletak pada komitmen manajemen dan keterlibatan fungsional. Oleh karena itu diperlukan tanggungjawab semua pihak yang ada pada perusahaan.
Disarikan dari buku: Akuntansi Lingkungan & Penerapannya, penulis: Arfan Ikhsan, halaman: 45-46.


